BREAKING NEWS

Latest in Tech

Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

Friday, 24 February 2017

Ini Alasan Para Chef Gunakan Masker Saat Bikin Menu Kari, Kenapa Ya?


Makanan ini identik dengan rasa rempah yang pekat dan juga cita rasa khas yang pedas.

Kari merupakan salah satu hidangan makanan yang berasal dari India. Makanan ini identik dengan rasa rempah yang pekat dan juga cita rasa khas yang pedas. Hal itu membuat sebuah restoran di New Jersey, Amerika Serikat mengharuskan pekerjanya mengenakan masker khusus saat mengolah hidangan tersebut.

Hal itu dilihat dari unggahan seorang YouTuber bernama Mike Chen. Dalam video yang berdurasi 8 menit 15 detik itu memperlihatkan pembuatan kari yang dibuat oleh Brick Lane Curry yang diolah menggunakan cabai carolina reaper yang dipercaya sebagai cabai terpedas di daerah tersebut.

Pemilihan cabai ini ternyata merupakan salah satu bentuk tantangan yang diberikan pihak restoran kepada para pengunjung. Bagi pengunjung yang berhasil menghabiskan seporsi carolina reaper curry, pihak restoran akan memberikan sertifikat khusus yang menyatakan pengunjung telah berhasil menaklukan hidangan terpedas di dunia.

Dilansir dari Foodbeast, Minggu (7/5), bagi kamu yang tertarik untuk mencicipi, Brick Curry memiliki dua cabang di lokasi berbeda yakni New York dan New Jersey.

Wah, kira-kira seperti apa ya rasanya?

Sunday, 29 January 2017

Jualan Martabak di Timor Leste, Pria ini Raup Ratusan Dolar Perhari


Siapa sangka dalam satu hari saja bila pembeli sangat ramai, Subeki bisa meraup keuntungan sampai Rp 5 juta.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk sangat besar, Indonesia memang tidak memiliki cukup lapangan pekerjaan untuk menampung mereka semua. Itulah sebabnya kemudian banyak orang khususnya anak muda yang memilih untuk membuka usaha sendiri untuk mendapat sesuap nasi sehari-hari. Namun bila usaha atau bisnis tersebut sama saja dengan yang sudah ada, otomatis peluang meraup keuntungan pun kecil.

Maka tidak salah bila banyak orang Indonesia yang lebih memilih bekerja di luar negeri. Entah itu dengan titel sebagai TKI, sampai embel-embel memanfaatkan visa kerja yang diberikan pemerintahan negara lain, yang penting mereka bisa kerja dan melanjutkan hidup. Dan menurut banyak orang yang melakukannya, memang profesi apapun yang kita lakukan di luar negeri rasanya sangat menguntungkan dibanding di negeri sendiri karena saking banyaknya jumlah pesaing. Misalnya saja sosok pria bernama Subeki yang sudah 15 tahun mencari nafkah di negeri tetangga, Timor Leste.

Subeki pindah ke Timor Leste sejak 2002

Merantau, itulah mungkin kata yang cocok untuk Subeki. Pria berusia 45 tahun ini masih merupakan warga negara Indonesia yang saat ini mencoba peruntungan di Timor Leste. Bukan sengaja dia pergi ke negara ini, melainkan karena ajakan seorang teman. Subeki bercerita bahwa sebelum menginjakan kaki di negara tetangga ini, dia bekerja sebagai koki di Bali dan juga Surabaya karena memang pria ini memiliki latar belakang keahlian di dunia perhotelan.

Setelah malang melintang di sekitar Jawa dan Bali, ayah tiga anak ini barulah diajak oleh salah seorang kawannya untuk merantau ke Timor Leste. Sungguh rencana ini tak pernah dia bayangkan sebelumnya, tapi sekarang Subeki nampak sangat memahami Timor Leste layaknya kampung halaman sendiri. Awalnya Subeki hanya menjadi karyawan di beberapa tempat saja, sampai akhirnya dia beranikan diri untuk membuka usaha.

Pria Banyuwangi ini dikenal sebagai pedagang martabak

Bekal yang didapatnya selama menjadi karyawan di Timor Leste tentunya membuat pria ini berani untuk merintis sebuah usaha. Dan pastinya usaha tersebut tidak terlalu jauh dari keahliannya sebagai koki. Itulah sebabnya Subeki memilih untuk membuka sebuah warung di Luru Mata, Dili, ibu kota Timor Leste. Karena toh di Timur Leste dia sudah mengantongi bisa kerja, jadi bukan masalah jika pria ini berjualan.

Di warung Subeki, para pelanggan bisa mencicipi aneka macam makanan mulai dari sate sampai lalapan. Tapi untuk makanan ringannya, memang martabak yang jadi jagoan bapak dari tiga anak ini. Warungnya sendiri sengaja diberi nama Martabak Super Lanches, yang mana kata lanches di sini bermakna makanan ringan. Subeki bertutur bahwa selera makanan masyarakat Timor Leste tidak jauh beda dengan orang Indonesia karena memang negara ini sudah 25 tahun tergabung dengan tanah air.

Keuntungan penjualan martabak bisa sampai 400 dolar


Meskipun dulunya Timor Leste jadi bagian Indonesia, namun pasca berdiri sendiri negara ini sudah tidak lagi menggunakan atribut kita salah satunya untuk mata uang. Timor Leste saat ini menggunakan mata uang dolar Amerika untuk transaksi sehari-hari. Jadi martabak jualan Subeki pun dibandrol dengan harga dolar. Untuk martabak loyang kecil, pria ini menjualnya dengan harga 8 dolar atau setara dengan Rp 100 ribu. Sedangkan martabak manis sendiri kisaran harganya dari 4,50 dolar sampai 12 dolar. Nah untuk yang 12 dolar atau Rp 150 ribu ini biasanya yang benggunakan durian asli dari Medan.

Meski harus menjualnya jauh di sana, semua bahan produksi yang digunakan Subeki dia impor dari Indonesia. Mantas saja rasanya nikmat sampai warungnya mendapat banyak langganan. Untuk keuntungannya sendiri, dalam satu hari dia bisa meraih sebanyak 400 dolar atau Rp 5,3 juta bila sedang ramai-ramainya. Bila hari biasa yah keuntungannya menurun sekitar Rp 2,6 juta. Tentunya bukan jumlah yang kecil kan bagi seorang penjual martabak?

Bisnis kuliner sangat tepat dilakukan di Timor Leste

Ada banyak pertimbangan yang harus kita pikirkan bila ingin memulai sebuah bisnis memang. Selain memikirkan keahlian kita sendiri, tentunya target pasar juga penting untuk dipertimbangkan. Dan itulah pintarnya Subeki karena dia benar-benar mengetahui apa yang disukai masyarakat Timor Leste. Jadi tidak heran bila jualannya bisa dibilang sukses di negeri orang.

Subeki bercerita bahwa masyarakat Timor Leste sangat menyukai segala jenis kuliner. Mereka bahkan tak pernah ragu untuk membelanjakan uangnya hanya demi memanjakan lidah dan perut. Jadi wajarlah saat sedang ramai-ramainya, pria ini benar-benar bisa panen dolar dalam satu hari berjualan.

Melihat fakta itu mungkin kita semua berpikiran bahwa ternyata di luar negeri orang Indonesia juga bisa sukses meskipun sehari-harinya hanya berjualan. Bayangkan saja di Indonesia, pasti akan sulit sekali mendapat keuntungan sebesar itu dalam satu hari mengingat pesaingnya sangat banyak. Namun bagaimana pun juga semua pasti ada positif dan negatifnya. Bekerja jauh mungkin memberi kita kekayaan materi, namun bagaimana dengan keluarga yang kita tinggalkan di rumah? Jadi sebenarnya tidak penting di mana pun kalian bekerja selama bisa bijaksana dalam mengatur keuangan dan kebersamaan dengan keluarga. Yuk makan martabak yuk daripada galau.

Saturday, 9 July 2016

9 Tempat Wisata Kuliner di Jogja yang Wajib Dikunjungi


Siapa yang bisa menampik pesona Yogyakarta? Kota yang tetap mempertahankan budaya Jawa di tengah modernitas dunia ini selalu memiliki tempat istimewa di hati para wisatawannya. Bagi yang sudah pernah mengunjungi Kota Sang Sultan ini, tentunya tetap memiliki harapan bisa berkunjung kembali.

Sadar akan potensi yang dimilikinya, Yogyakarta semakin mempercantik kotanya dengan terus menambah jumlah tempat wisata. Tak hanya tempat wisata alam dan budayanya, Yogyakarta juga mampu menarik perhatian dengan kulinernya.

Agar tak bingung mencari tempat istimewa untuk bersantap di kota istimewa ini, berikut 10 tempat wisata kuliner di Jogja yang akan membuat Anda ingin kembali lagi dan lagi ke kota ini:

1. Angkringan Lik Man



Angkringan bukanlah istilah asing di Kota Pelajar ini. Angkringan tak hanya menjadi tempat kuliner rakyat yang murah meriah, namun juga menjadi sebuah budaya. Di angkringan, masyarakat bisa berkumpul dan berbincang tentang apa saja, mulai dari sepak bola sampai berita politik terhangat. Angkringan dapat dengan mudah Anda temui di Yogyakarta, namun ada satu angringan yang istimewa yaitu Angkringan Lik Man.

Apa istimewanya Angkringan Lik Man? Angkringan Lik Man merupakan angkringan pertama di Yogyakarta sejak tahun 1969. Menu yang disajikan pun sama dengan angkringan pada umumnya seperti sego (nasi) kucing, sate telur puyuh dan aneka gorengan. Tapi ada yang satu sajian yang berbeda, yaitu Kopi Joss.

Kopi Joss merupakan menu andalan di tempat wisata kuliner ini. Cara penyajian kopi ini sangat unik karena kopi akan dicampur dengan arang yang masih merah membara. Bunyi ‘jooossss’ yang ditimbulkannya inilah yang membuatnya disebut dengan Kopi Joss. Kopi Joss memiliki rasa unik yang khas dan tak dimiliki kopi lainnya. Konon, arang yang dicelupkan ke dalam kopi akan menetralisir kafein sehingga kopi ini aman untuk pencernaan Anda.

Angkringan Lik Man merupakan salah satu tempat wisata kuliner terbaik untuk menikmati Yogyakarta di malam hari. Hanya dengan merogoh kocek sebesar 10.000 – 15.000 Rupiah saja, Anda sudah bisa menikmati Kopi Joss dan nasi kucing dilengkapi dengan lauk sederhana yang tak kalah nikmat.

Alamat: Kawasan Stasiun Tugu, Yogyakarta

Jam buka: 18:00 – habis.

2. Gudeg Pawon



Membicarakan kuliner Yogyakarta, tak lengkap rasanya jika tak menyebut gudeg. Gudeg sudah menjadi kuliner wajib coba jika Anda berkunjung ke Yogyakarta. Kuliner yang terbuat dari daging nangka muda ini banyak ditemui di tempat makan di seluruh pelosok Yogyakarta. Jika ingin menyantap gudeg di tempat yang berbeda, datang saja ke Gudeg Pawon.

Gudeg Pawon merupakan salah satu tempat wisata kuliner istimewa di Yogyakarta. Tempat makan yang sudah berdiri sejak tahun 1958 ini melayani pelanggannya langsung dari dapur atau pawon dalam bahasa Jawa. Anda bisa melihat tungku sederhana yang digunakan untuk memasak gudeg ini. Meskipun tempatnya sederhana, namun kenikmatan gudeg di sini tak bisa diremehkan.

Gudeg Pawon bisa menjadi pilihan tepat bagi Anda yang suka melakukan wisata kuliner di malam hari. Menikmati nasi gudeg ditambah ayam dan segelas teh manis hangat akan menjadi sajian istimewa di tengah dinginnya Yogyakarta di malam hari. Sebaiknya Anda datang sebelum jam buka karena setiap harinya, Gudeg Pawon selalu banjir antrean pembeli.

Alamat: Jalan Dr. Soepomo, Umbulharjo, Yogyakarta.

Jam buka: 22:30 – habis.

3. Sate Klathak Pak Pong



Tempat wisata kuliner yang satu ini cocok sekali untuk Anda penggemar sate kambing. Sate Klathak Pak Pong menyajikan sate spesial yang tak akan Anda temukan di tempat lain. Sate ini memiliki rasa yang khas dan nikmat. Hal ini didapat dari bumbu sederhana yang digunakannya. Sate Klathak hanya menggunakan garam, merica dan kecap. Tiga bahan minimalis inilah yang membuat sate memiliki rasa yang khas.

Selain bumbu, alat yang digunakan memasak pun berbeda. Jika biasanya daging dibakar dengan menggunakan tusuk sate yang terbuat dari bambu, Pak Pong menggunakan jeruji besi sepeda. Konon, penggunaan jeruji besi ini mampu membuat daging matang merata. Selain itu, hal ini juga terbukti ramah lingkungan karena jeruji besi dapat digunakan berkali-kali, tak seperti tusuk sate dari bambu yang hanya sekali pakai.

Alamat: Jalan Imogiri Bantul, Yogyakarta

4. House of Raminten



Tempat wisata kuliner ini menjadi bukti bahwa menu tradisional bisa disajikan dengan cara yang elegan dan berkelas. House of Raminten merupakan sebuah rumah makan yang menyajikan menu tradisional Yogyakarta seperti tahu bola, wedang sereh, cunduk, brongkos, sate lilit dan nasi kucing.

Arsitektur rumah makan ini terbilang luar biasa. Anda bisa menemukan sebuah kereta kuda di luar rumah makan, sedangkan di dalamnya Anda bisa melihat ruangan berarsitektur Jawa dengan wangi dupa khas. Seakan belum lengkap, Anda akan makan diiringi dengan gending Jawa yang terus mengalun di rumah makan ini.

Selain arsitektur dan menunya, pelayan di sini juga memakai pakaian khas yang berupa kemben Jawa. Di meja, terdapat sebuah kentongan yang digunakan untuk memanggil pelayan jika Anda membutuhkan sesuatu.

Alamat: Jalan FM Noto 7, Kota Baru, Yogyakarta

Jam buka: 24 jam

5. Banyu Mili Contry Club



Tak hanya tempat wisata kuliner, tempat ini juga merupakan sebuah tempat rekreasi keluarga. Rumah makan ini memang berada satu lokasi dengan wisata air yang terdiri dari kolam renang, wahana air serta hutan dan danau buatan. Sebuah tempat rekreasi sekaligus wisata kuliner yang cocok bagi keluarga.

Puas bermain air, saatnya Anda memuaskan lidah dan perut. Coba cicipi menu andalah di sini yaitu kepiting telur dan udang bakar madu. Kepiting dan udang yang digunakan merupakan hasil budidaya sendiri sehingga dipastikan masih segar saat dimasak. Menu lain yang tak kalah lezat adalah gurame bakar, ayam goreng dan juga cumi bakar.

Alamat: Perum Griya Mahkota, Jalan Godean KM 4,5, Yogyakarta.

Jam buka: 10:00 – 22:00 (Resto) dan 07:00 – 18:00 (Wahana rekreasi)

6. Bong Kopitown



Bong Kopitown merupakan salah satu tempat wisata kuliner berkonsep penjara di Yogyakarta. Bangunan dibuat menyerupai penjara lengkap dengan sekat jeruji besi di setiap ruangan. Anda bisa melihat sipir penjara yang berdiri di balik meja kasir dan narapidana yang hilir mudik mengantar pesanan ke setiap meja makan.

Beberapa menu andalan yang ditawarkan di sini antara lain kopi tetes, sapo tahu, Penang fried noodle dan rendang spicy noodle. Begitu duduk di kursi, jangan kaget jika Anda akan didatangi pelayan yang menyodorkan selembar ‘koran’ yang ternyata berisi daftar menu dan sejarah berdirinya rumah makan.

Alamat: Jalan Sagan Kidul 4, Yogyakarta.

Jam buka: 10:00 – 24:00

7. Mie Telap 12



Pernahkah Anda melihat gambar di bungkus mie instan dan merasa tergoda untuk mencicipinya, namun kecewa karena saat membuatnya sendiri di rumah, mie jauh dari gambaran? Anda tak perlu merasa kecewa jika datang ke Mie Telap 12. Di sini, Anda dapat menikmati mie instan yang disajikan persis seperti yang terlihat di bungkusnya.

Jika Anda memesan mie instan rasa rendang misalnya, maka Anda akan mendapat semangkok mie instan lengkap dengan potongan daging rendang dan topping lainnya yang ditata persis sama seperti di bungkusnya. Untuk minuman, Anda bisa menikmati aneka milkshake dan soda float.

Alamat: Jalan Pandean 10B, Yogyakarta.

8. Kalimilk Yogyakarta



Jika di kota lain, coffee shop sangat menjamur, hal lain terjadi di Yogyakarta. Di kota ini, kafe susu yang justru populer. Di Yogyakarta, terdapat banyak kafe yang menyajikan aneka produk olahan susu, salah satu yang terkenal adalah Kalimilk.

Kalimilk memiliki sebutan unik bagi pelanggannya yaitu Neneners. Di sini, Neneners bisa mecicipi susu beragam rasa mulai dari cookies, durian, coklat dan aneka snack. Porsi yang ditawarkan adalah medium dan gajah. Untuk porsi gajah, pastikan sebelumnya Anda telah mengosongkan perut karena porsi gajah benar-benar berukuran jumbo.

Untuk tempat, Kalimilk didesain semi terbuka dan tak menggunakan AC, melainkan hanya kipas angin. Meskipun demikian, Anda tak perlu khawatir kepanasan, karena angin dari luar bisa masuk dan tentunya akan lebih sehat dibandingkan angin dari AC.

Alamat: Jalan Kaliurang KM 4,9, Yogyakarta

Jam buka: 11:00 – habis.

9. Manggar Manding



Jika gudeg umumnya terbuat dari daging nangka muda, hal berbeda bisa Anda temukan di Manggar Manding. Gudeg di sini terbuat dari manggar atau bunga kelapa yang masih muda. Konon, gudeg manggar ini merupakan menu istimewa di kerajaan dahulu yang biasa disajikan dengan sayur krecek dan tempe bacem. Jadi, jika Anda mencicipi gudeg manggar, berarti Anda telah menikmati sajian istimewa kerajaan.

Konon, manggar memiliki khasiat yang sangat bagus karena bisa memancarkan kecantikan penikmatnya dari dalam. Tak mengherankan jika gudeg manggar menjadi menu favorit para puteri kerajaan dahulu kala.

Alamat: Jalan Parangtritis KM 11,5, Manding, Bantul, Yogyakarta.

Saturday, 21 May 2016

Resep Bakso Goreng Daging Ayam Sederhana Tapi Lezat Banget


Jika biasanya bakso selalu dihidangkan dengan cara direbus, ternyata varian kuliner yang menyajikan bakso dengan cara digoreng pun banyak disukai. Camilan yang dibuat dari bahan daging ayam giling ini malah lebih awet dan bisa disimpan dalam suhu kamar hingga dua hari tanpa khawatir cepat basi.

Selain itu, jenis makanan ini pun dapat Anda jadikan salah satu alternatif untuk berjualan menambah uang belanja karena rasanya yang lezat. Cara bikinnya juga mudah lho. Penasaran, yuk simak resep bakso goreng berbahan daging ayam seperti berikut ini:

Bahan:


  • 200 gram daging ayam giling atau bisa diganti dengan udang

  • 1 putih telur ayam

  • 4 siung bawang putih, kupas

  • 150 gram tepung tapioka

  • Kaldu bubuk sesuai selera

  • Garam dan lada secukupnya

  • Cara memasak bakso goreng daging ayam:

  • Haluskan bawang putih dan garam serta lada, campur ke daging ayam giling. Aduk rata

  • Tambahkan putih telur, aduk rata kembali

  • Masukkan tapioka sedikit demi sedikit, sembari diaduk dengan sendok hingga kalis.

  • Setelah selesai, bentuk bulatan kecil seperti kelereng, hingga adonan habis

  • Siapkan penggorengan, beri minyak dalam jumlah banyak. Panaskan dengan api sedang

  • Masukkan butiran adonan ke dalamnya, dan aduk-aduk hingga bakso matang kecoklatan.

  • Angkat dan tiriskan hingga minyaknya kering.


Hidangkan bakso goreng dengan cocolan saus sambal atau saus kacang. Lezat sekali bukan. Selamat mencoba.

Friday, 8 April 2016

5 Kelebihan Makan Beralas Daun Pisang


Pernah makan beralas daun pisang? Atau membeli jajanan dan nasi bungkus yang masih menggunakan daun pisang sebagai bungkusnya? Rasa makanan atau nasi yang dibungkus memakai daun pisang disebut-sebut lebih enak dan wangi. Masyarakat Asia sendiri sudah melakukan kebiasaan tersebut sejak dahulu, dan masih terus dilakukan hingga saat ini.

Tak hanya menambah kelezatan dan aroma, ternyata menggunakan daun pisang untuk alas makan memberi manfaat tersendiri, lho. Berikut ini manfaatnya seperti dilansir laman healthmeup untuk Anda:

Sehat

Pada daun pisang terdapat kandungan polifenol epigallocatechin gallate yang juga disebut EGCG yang sama dengan kandungan pada teh hijau. Itu merupakan jenis antioksidan yang bermanfaat menangkal radikal bebas. Saat makanan hangat diletakkan di atas daun pisang, maka senyawa tersebut juga terserap oleh makanan yang akan Anda konsumsi. Terdapat juga senyawa antibakteri di dalam daun pisang yang bisa meminimalisir bakteri dalam makanan Anda.

Makanan lebih enak dan beraroma

Ini jelas sekali menjadi alasan banyak orang suka menggunakan daun pisang ketimbang kertas atau bungkus plastik.

Mudah terurai

Untuk kebersihan lingkungan, daun pisang pasti lebih ramah lingkungan sebab mudah terurai saat dibuang di alam. Ketimbang kemasan bungkus lainnya, memilih daun pisang berarti membantu melestarikan lingkungan juga.

Higienis

Daun pisang jauh lebih higienis ketimbang pembungkus makanan lain. Anda tak perlu mencuci daun pisang sebelum digunakan, cukup dengan dielap memakai lap bersih saja, daun pisang sudah bisa dipakai.

Aman

Daun pisang pastinya tak mengandung partikel kimia yang bisa membahayakan kesehatan. Berbeda dengan plastik, kertas, atau styrofoam. Segala sesuatu yang alami pastinya aman bagi tubuh manusia.

Praktis

Bungkus daun pisang sangat praktis. Anda tak perlu mencucinya usai makan, tinggal buang saja ke tempat sampah. Selain itu juga ringan, apalagi untuk bekal piknik.

Friday, 14 October 2011

7 Kuliner Lezat Khas Cirebon yang Wajib Kamu Coba


Pelesiran di Kota Pesisir Cirebon enggak lengkap rasanya kalau belum mencicipi kelezatan kuliner khas kota udang ini. Karena terletak di antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, Cirebon jadi punya keunikan budaya tersendiri yang kemudian tercermin pada kuliner khasnya.
Penasaran apa aja kuliner khas dari Bumi Gunung Jati ini? Simak daftarnya di bawah ini.

1. Nasi Jamblang

Ini makanan yang wajib dicoba kalau berkunjung ke Cirebon. Bentuknya memang terlihat sederhana, yaitu nasi putih dengan porsi kecil, tapi yang bikin nasi ini jadi unik adalah bungkusnya yang berupa daun jati yang berfungsi untuk menjaga kesegaran nasi.

Untuk lauknya, rata-rata rumah makan atau warung Nasi Jamblang menyajikannya secara prasmanan. Kia bisa pilih sendiri lauk yang kita inginkan, seperti ikan tongkol, tempe, oncom, dan berbagai macam jeroan.

Konon, Nasi Jamblang awalnya dibuat untuk para pekerja paksa pada era kolonial Belanda yang membangun Jalan Raya Daendels dari Anyer hingga Panarukan. Tapi, seiring waktu, hidangan ini tumbuh sebagai salah satu ikon kuliner Cirebon.

Rumah makan Nasi Jamblang yang bisa dicoba adalah Nasi Jamblang Bu Nur dan Nasi Jamblang Mang Dul yang berada di Jalan Cipto Mangunkusumo, salah satu jalan utama dan area CBD di Cirebon.

2. Empal Gentong

Nah, ini dia kuliner paling terkenal dari Cirebon. Empal gentong bisa dibilang juga ikon kuliner Nusantara karena bisa ditemukan di berbagai kota besar di Indonesia. Empal gentong adalah hidangan daging berkuah santan yang dicampur dalam wadah gentong dan dipanaskan oleh kayu bakar. Ada juga varian lain dari Empal Gentong, yaitu Empal Asem dengan kuah yang lebih bening dan rasa yang lebih asam.

Empal Gentong paling terkenal di Cirebon adalah Empal Gentong Mang Darma yang cabangnya ada di hampir setiap sudut Cirebon.

3. Nasi Lengko

Buat kamu yang vegetarian, ini makanan yang cocok buatmu. Nasi dengan lauk bermacam sayuran seperti tahu, tempe, taoge, mentimun, dan daun kucai yang disiram oleh kecap manis encer. Nasi Lengko yang paling terkenal berada di Gang Pagongan.

4. Docang

Sama seperti Nasi Lengko, bahan dasar Docang juga seluruhnya berasal dari sayur-sayuran. Perpaduan antara lontong, taoge, daun singkong, dan oncom yang kemudian dicampur sedikit bungkil kacang tanah dan diberi parutan kelapa. Biasanya Docang disajikan dengan parutan kelapa. Makanan ini unik banget.

5. Mie Koclok

Mie yang satu ini cukup unik karena menggunakan kombinasi kaldu ayam dan santan sebagai kuah pelengkap. Mie Koclok juga dilengkapi berbagai macam sayuran dan daging ayam suwir. Biasanya, tempat makan Mie Koclok paling terkenal ada di Mie Koclok Rasita.

6. Sate Kalong

No, no, no ini bukan seperti Paniki dari Sulawesi yang memang berbahan dasar kelelawar. Nama Sate Kalong sendiri hanya istilah karena hidangan ini mulai dijual pada malam hari. Sate Kalong memakai bahan utama daging kerbau yang sudah ditumbuk hingga berbentuk pipih dan dibumbui berbagai macam bumbu manis, seperti gula merah, hingga memiliki rasa manis seperti dendeng.

Pedagang Sate Kalong biasanya berjualan keliling, tapi salah satu yang terkenal berada di gang di daerah Kesambi Dalam.

7. Ketan Bumbu

Inilah camilan khas dan favorit di Cirebon. Bentuk ketan ini menyerupai lemper, tapi bukan berisi daging atau pelengkap apa pun. Pelengkap ketan ini adalah bumbu berupa serundeng yang terbuat dari kelapa dan udang.

Ketan bumbu yang paling terkenal adalah Ketan Bumbu Ny. Lani di kawasan Apun Kanoman dan Kesunean. Konon, Ketan Bumbu Ny. Lani adalah favoritnya SBY dan Bondan Winarno.

Thursday, 2 December 2010

Oh, Ternyata Nasi Kapau Terlezat Ada Disini!


Di Bukittinggi, Sumatera Barat, mencicipi hidangan nasi Kapau menjadi menu wajib bagi para wisatawan. Nasi Kapau ini kalau di pulau Jawa mirip warteg, disajikan dengan cara di rames dan tempatnya lebih mirip warung ketimbang restoran.

Salah satu yang terkenal di Bukittingi adalah nasi Kapau Uni Lis. Warung nasi Kapau ini terletak di Los Lambung pasar Atas (Ateuh), tak jauh dari landmark Jam Gadang, Bukittinggi. Barisan baskom stainless berisi lauk-pauk beraneka ragam tersusun rapi di meja bertingkat. Hidangan ini semakin lengkap dengan senyuman Zarniati, sang pemilik generasi ketiga yang siap melayani pembeli dengan centong kayu panjang miliknya. Dibantu tiga orang saudaranya untuk melayani pelanggan.

Zarniati atau yang biasa disapa Uni Zar, beserta keluarga almarhumah Uni Lis memang berasal dari daerah Nagari Kapau, Kecamatan Kilatan Kamang, Kabupaten Agam, tempat asal nasi Kapau. Mereka meneruskan tradisi berdagang nasi sejak dahulu kala. Rata-rata semua yang berjualan memang dari Kapau. Menurut Uni Zar, ia belajar melalui praktek tradisi berdagang nasi yang turun temurun. Uni Zar belajar resep dan cara masak dengan cara learning by doing karena dari kecil sudah ikut membantu memasak.

Mengenai lauk, yang biasanya laris manis disini tentunya usus tambusu dan tunjang atau kikil, lalu berlanjut ke dendeng, rendang ayam, rendang bebek, gulai cancang (cincang daging), dan pangek ikan atau gulai kepala kakap.

Menu usus tambusu adalah yang paling laris di Nasi Kapau Uni Lis ini. Tidak heran karena rasanya memang istimewa. Usus tambusunya lembut dan diisi adonan tahu dan telor yang gurih alami. Kuah gulainya pun kental dengan rempah kunyit yang harum dan menggugah selera. Rasanya betul – betul otentik khas Padang.

Semakin special ketika Uni Zar bercerita bahwa tempat makan yang digagas oleh neneknya ini tidak pernah membuka cabang di tempat lain. Warung Nasi Kapau Uni Lis ini buka dari pagi pukul 07.00 sampai pukul 17.30 WIB setiap harinya.

Makanan pun selalu baru, dimasak mulai pukul 04.00 pagi, dan akan habis ketika akan tutup. Uni Zar kedainya tidak pernah libur kecuali Lebaran. Soal harga, seporsi nasi Kapau dengan satu jenis lauk semisal usus tambusu dihargai Rp25.000 saja. Salutnya lagi kedai Uni Lis ini jarang menaikkan harga meski terkadang harga sembako mendadak naik.
 
Copyright © 2017 Seribu Nusa. Designed by OddThemes | Distributed By Blogger Templates20