BREAKING NEWS

Latest in Tech

Showing posts with label Destinasi. Show all posts
Showing posts with label Destinasi. Show all posts

Wednesday, 13 September 2017

Liburan ke Palembang? Kunjungi Juga Tempat-Tempat Ini Agar Mendapat Pengalaman Berbeda


Palembang nggak cuma Pempek dan Jembatan Ampera saja. Masih banyak yang belum Kamu ketahui.

Apa yang terbesit di pikiranmu bila mendengar kata Palembang? Pempek? Kebanyakan orang mengetahui Palembang dari makanan khasnya yang memang sangat terkenal, yaitu pempek. 

Tapi selain pempek, Palembang juga terkenal dengan wisata-wisata alamnya yang mungkin belum diketahui banyak orang. 

Selain itu, Palembang dan beberapa spot di sekitarnya masih menyimpan banyak destinasi-destinasi menarik, ini dia:

1. Kebun Teh Pagaralam


Kota Palembang sudah seperti Jakarta. Kesibukan di Kota Palembang menjadikannya sebagai Kota Metropolitan terbesar kedua di Sumatera setelah Medan.

Tak ayal, seperti penduduk Jakarta yang kadang merasakan kepenatan tinggal di perkotaan, hal tersebut juga dirasakan oleh penduduk Palembang. Oleh karena itu, Kebun Teh Pagaralam ini menjadi salah satu destinasi favorit penduduk Palembang untuk menjernihkan pikiran dan kesibukan pekerjaan di kantor.

Di kebun teh ini, kamu bisa merasakan kesejukan dan pemandangan khas pegunungan. Hamparan pohon-pohon teh yang ada di hampir setengah wilayah kota ini juga menambah kesan asri dan hijau, yang tentu saja juga memberikan udara yang sejuk.

Kamu dapat dengan mudah mencari hamparan kebun teh lengkap dengan pendopo-pendopo penyedia teh seduh asli Gunung Dempo di kota satu ini.

Walau berjarak lumayan jauh dari Palembang, sekitar 8 jam perjalanan darat, namun Kota Pagaralam tetap menjadi destinasi primadona di Sumatera Selatan.

Lokasi: Berada di kaki Gunung Dempo, Kabupaten Pagaralam.

2.  Semendo


Selain Bedegung, Muara Enim juga memiliki destinasi cantik lain. Semendo, mungkin masih jarang terdengar di dunia pariwisata Indonesia. Maklum, Semendo memang bukan dikenal sebagai tujuan wisata. Namun, dataran tinggi ini tidak salah jika kamu jadikan tujuan wisata.

Semendo menyajikan hamparan hijau yang terdiri dari bukit-bukit kecil, sawah, pepohonan liar dan bentang alam lainnya. Di Semendo kamu juga dapat mencicipi kopi khas yang diproduksi langsung oleh warganya. Aromanya yang khas, menjadikan kopi hitamnya cocok dinikmati pagi hari di tengah udara sejuk pedesaan Semendo. Selain kopi, di sini juga terdapat perkebunan strawberry yang bisa kamu petik langsung dari pohonnya.

Jangan kaget kalau yang kamu temui adalah jalan yang masih sangat sempit dan hanya mampu menampung satu kendaraan roda empat, sarana prasarana di sini memang belum dikelola secara profesional. Dan juga, di daerah Semendo hanya terdapat 1 penginapan.

Lokasi: Perbukitan Semendo, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

3. Gunung Jempol


Gunung yang satu ini dapat dikatakan beda dari gunung-gunung lain. Bagaimana tidak, Gunung Jempol memang terlihat betul mirip dengan jempol manusia yang sedang diacungkan.

Kota Lahat, tepatnya di kabupatennya merupakan tempat di mana gunung ini berada, dapat ditempuh sekitar 5 sampai 6 jam perjalanan dari Palembang. Gunung ini tidak susah untuk ditemukan, dari pinggir jalan lintas Sumatera di Kota Lahat-pun, Gunung Jempol sudah dapat terlihat gagah dengan jelasnya. 

Bagi Kamu yang hobi untuk berfoto dan kemudian di upload ke akun-akun sosial media Kamu, Gunung Jempol bisa dijadikan salah satu background yang keren.

Lokasi: Kabupaten Lahat, Palembang, Sumatera Selatan.

4. Jembatan Ampera


Yang menjadi ikon dari Palembang. Jembatan Ampera yang melintang di atas sungai Musi. Kamu bisa menjadikan Jembatan Ampera sebagai background foto kamu, apalagi ketika malam hari Jembatan Ampera dihiasi oleh lampu-lampu.

Selain jembatannya, Sungai Musi juga bisa dijadikan wahana berlibur. Kamu bisa menyewa perahu dari nelayan untuk menerjang aliran Sungai Musi.

5. Curug Tujuh Kenangan


Air Terjun satu ini adalah yang paling terkenal di Pagaralam. Selain suasana alamnya yang masih sangat asri, obyek wisata ini juga terkenal karena aksesnya yang cukup mudah dari pusat kota.

Terdapat beberapa plang penunjuk jalan ke arah obyek satu ini. Setelah sampai kamu dapat memakirkan kendaraanmu dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 500 meter.

Lokasi: Kelurahan Dempo Makmur, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan.

6. Curug Embun


Selain Curug Tujuh Kenangan, di Kota Pagaralam juga terdapat air terjun lain yang berjuluk Curug Embun. Terletak tidak jauh dari Curug Tujuh Kenangan, curug satu ini juga masih sangat asri.

Dikelola swadaya oleh masyarakat setempat, Curug Embun memang tidak menjanjikan fasilitas yang lengkap, namun kesegaran alamnya jangan diragukan.

Meskipun harus melewati sekitar 100 anak tangga menurun, namun semua akan terbayar lunas ketika cipratan air nan segar dari Curug satu ini menyentuh kulitmu  secara perlahan seperti embun.

Lokasi: Desa Pematang Bango, kaki Gunung Dempo, Pagaralam.

7. Air Terjun Bedegug


Jika kamu tidak memiliki waktu yang cukup banyak untuk melancong ke Kota Pagaralam, kamu bisa berkunjung ke Kabupaten Muara Enim. Kabupaten ini terletak relatif lebih dekat, yaitu dapat ditempuh sekitar 4 hingga 5 jam perjalanan dari Kota Palembang.

Tepat di kabupaten ini, ada sebuah air terjun yang tak kalah tersohor di Sumatera Selatan, yaitu Air Terjun Bedegung. Menjadi air terjun tertinggi kedua di Indonesia. Tingginya yang mencapai 99 meter hanya kalah dengan air terjun Sigura-gura yang tingginya 250 meter.

Di sini, kamu dapat menyaksikan derasnya air yang jatuh, dari sebuah jembatan kayu, ataupun kamu juga dapat memilih untuk langsung menceburkan diri di segarnya air terjun Bedegung ini.

Lokasi: Desa Bedegung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim.

8. Alam Punti Kayu


Merupakan sebuah hutan wisata yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten setempat. Kamu harus kesini kalau berkunjung ke Palembang karena Punti Kayu merupakan satu-satunya hutan wisata yang ada di Palembang.

Di sini Kamu tak hanya bisa refreshing saja, Kamu juga bisa merasakan keseruan outbond bersama teman-teman. Selain itu tentu juga ada tempat makan di sekitarnya sehingga Kamu tak akan kelaparan.

Lokasi: Jalan Kol. Burlian, Karya Baru, Alang Alang Lebar, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

9. Pagoda Pulau Kemaro


Tempat favorit bagi wisatawan-wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Terletak di tepian Sungai Musi memudahkan wisatawan untuk mengunjungi tempat ini. Untuk ke sini Kamu hanya perlu menyewa perahu nelayan di pinggiran Sungai Musi.

Di sini juga banyak vihara yang sering dikunjungi oleh umat Buddha untuk beribadah. Dan juga konon ada sebuah makam putri Palembang yang dinikahi oleh pangeran China terkenal, namun akhirnya mereka berdua terjun ke dalam Sungai Musi.

10. Kawah Gunung Dempo


Bagi Kamu pecinta gunung, Kamu wajib ke sini, karena pemandangan kawahnya yang indah akan membuatmu betah berlama-lama di sini. Kawah Dempo ini juga tidak kalah dengan kawah Ijen karena warna kawahnya yang hampir sama.

Lokasi: Perbatasan Kota Palembang dan Kota Bengkulu.

11. Curug Mangkok


Masih dari Kota Pagaralam. Curug lainnya adalah Curug Mangkok. Konon kalau Kamu ke sini Kamu akan enteng jodoh. 

Curug Mangkok ini mempunyai tinggi tebing sekitar 15 meter, air yang jatuh akan langsung menuju kolam. Kolamnya sendiri tampak jernih karena dipenuhi oleh bebatuan sungai.

Lokasi: Desa Pematang Bango, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan.

12. Goa Putri


Salah satu wisata yang anti-mainstream karena tujuannya adalah goa. Di Goa Putri, Kamu akan menemukan sebuah kolam dengan lebar mencapai 20 meter dan panjangnya 160 meter. Selain itu Kamu juga bisa bersantai di dalam goa karena terdapat batu-batuan yang lebar.

Lokasi: Desa Padang Bindu, Kecamatan Semindang Aji, Kabupaten Ogan Kemering Ulu, Baturaja, Sumatera Selatan.

13. Danau Cinta


Sebenarnya Danau Cinta bukan sebuah objek wisata, melainkan danau yang berada di kawasan Perusahaan Batubara. Karena selalu dikunjungi wisatawan, akhirnya kawasan ini dikelola oleh masyarakat sekitar dan dijadikan objek wisata.

Di sini juga ada Bukit Kendi, Kamu harus menuju puncaknya untuk mendapatkan pemandangan lanskap keseluruhan danau. Dengan berada di puncaknya, Kamu juga bisa berfoto ria dengan latar Danau Cinta yang berwarna agak kebiruan dan upload di akun-akun sosial mediamu.

Lokasi: Tanjung Enim Selatan, Lawang Kidul, Darmo, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

***

Kamu tidak perlu khawatir lagi jika berlibur ke Palembang dan sekitarnya. Banyak tempat wisata yang bisa Kamu kunjungi bila ke sana. Jadi kapan Kamu akan mengemas kopermu dan berangkat ke Palembang?

Thursday, 4 May 2017

Indahnya Pulau Fastofiri di Jailolo; dari Spot Diving hingga Sunset


Kalau kamu rajin mantengin Instagram Jalan2Men, pasti kamu lihat dong kalau baru-baru ini Jalan2Men berkunjung ke Teluk Jailolo di Halmahera Barat, Maluku Utara. Nah, Jailolo ini terkenal banget dengan festival yang berlangsung tiap tahunnya, yang dilakukan untuk mempromosikan keragaman budaya serta keindahan perairan Teluk Jailolo.

Pada kesempatan itu, Jalan2Men pun mengunjungi sebuah pulau karang atau atol yang bernama Fastofiri. Perjalanan tidak lama, hanya sekitar 30 menit dengan kapal cepat dari pelabuhan. Lalu, apa saja kelebihan Pulau Fastofiri yang berada di Teluk Jailolo

1. Tempat snorkeling melihat bayi hiu

Ini bisa dilakukan di sisi samping dermaga. Biasanya pada sore hari laut akan surut dan kita bisa bertemu dengan bayi hiu yang berenang di perairan dangkal. Selain itu, kalau berenang maju ke depan dermaga, terumbu karang nan subur siap menyambutmu dengan keragaman fauna bawah lautnya. Dijamin kamu enggak mau keluar dari air!

2. Spot diving cantik tersebar di sekitar pulau


Mau dari depan dermaga atau dari arah belakang dan sekeliling Pulau Fastofiri, terdapat beberapa titik penyelaman yang wajib kamu jajal kalau kamu sudah memiliki sertifikasi. Keindahan taman bawah laut fastofiri, dimulai dari kedalaman 7 meter saja, akan membuatmu terpukau. Apalagi, visibilitasnya sangat bagus. Kalau belum punya sertifikasi, kamu bisa mencoba discovery scuba di sini.

3. Piknik sambil menikmati suasana

Setelah puas main air, pasanglah alas duduk dengan kain pantai atau handuk di atas pasir. Pasang musik dengan speaker mini dan keluarkan perbekalan makanan yang sudah kamu siapkan. Ingat, kalau main ke Fastofiri kamu mesti sekalian bawa makanan dan minuman yang banyak. Soalnya bakal haus dan lapar sesudah menyelam. Ini waktunya berleha-leha sambil mengeringkan tubuh di bawah embusan angin yang sejuk.

4. Menunggu sunset yang dramatis


Ini tidak boleh dilewatkan. Kamu jangan pulang sebelum menyaksikan matahari terbenam di Pulau Fastofiri. Senjanya luar biasa dramatis dan cantik, lautan dan langit rasanya menyatu menjadi keemasan. Ini saat-saat paling indah untuk dihabiskan bersama teman-teman ata pacar kamu.

5. Mengabadikan momen dengan foto


Kalau sudah puas menyaksikan sunset dengan mata, bolehlah untuk mengabadikan momennya dengan kamera. Kapan lagi kamu bisa memotret keindahan alam Jailolo yang tiada duanya. Ini adalah salah satu sunset terbaik yang pernah Jalan2Men saksikan.

Friday, 17 March 2017

5 Tempat Wisata Instagramable yang Ada di Bandung

5 tempat wisata alam super keren ini bisa jadi destinasi wisata Instagramable saat liburan.
Bandung merupakan kota yang terkenal dengan wisatanya. Ibukota provinsi jawa barat ini memang terkenal dengan destinasi-destinasi wisata populer bagi kalangan traveler. Bahkan ketika musim libur dan akhir pekan, kota bandung selalu dipadati oleh para wisatawan.

Nah kali ini Fenomagz.com akan membahas beberapa wisata alam yang ada di bandung. Namun kali ini kami akan membahas wisata bandung yang sedang hits dan instagramable buat kalangan pecinta sosial media instagram. Kira-kira apa saja ya?

1. Grafika Cikole, Lembang – Bandung Utara


Sebenarnya, tempat wisata ini dikelola oleh swasta dan merupakan wisata alam yang terbilang lengkap. Kamu bisa bermalam dengan keluarga kamu dengan tempat yang sudah disediakan oleh pengelola dengan harga 900 ribuan per malam untuk kapasitas 6 orang. Buat kamu yang lebih nyaman camping, kamu bisa saja menyewa lahan untuk camping.

Yang menarik dari wisata ini adalah pemandangan alam hutan pinusnya yang instagramable banget untuk berfoto. Tertarik berkunjung? Langsung saja bisa mengunjungi grafika cikole yang berada di Lembang, Bandung Utara.

2. Tebing Keraton


Tebing Keraton atau Tebing Karaton merupakan sebuah tebing yang berada di dalam kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Tebing ini terletak di Kampung Ciharegem Puncak, Desa Ciburial, Bandung. Cukup keluarkan biaya tiket masuk tebing keraton Rp. 12.000,/-wisatawan lokal, kamu sudah bisa menikmati kabut lembut di Tebing Keraton.

Wisata yang berada di daerah bandung utara ini memang sangat hits dan populer di kalangan traveler. Kamu bisa berfoto ria secara gratis di tepi tebing keraton ini.

3. The Lodge Maribaya 


The Lodge Maribaya adalah salah satu obejk wisata di kabupaten Bandung barat yang merupakan kawasan wisata yang memiliki luas areal tidak kurang hampir 3 hektar. Lokasinya yang berada di Lereng perbukitan Maribaya Bandung dengan ketinggian hampir 2.080 mdpl.

Di kawasan wisata ini, kamu bisa menikmati beberapa spot berfoto seperti Ayunan, Sky tree, glamping, wisata treking, dan lain-lain. Tertarik berkunjung dan berfoto? Langsung saja ke bandung!

4. Taman Labirin Balai kota


Melenceng sedikit, wisata “gratis” ini bisa kamu kunjungi di balai kota bandung. Yap! Taman Labirin Balai Kota Bandung namanya. Meskipun nggak sesejuk dan sebagus wisata lainnya dalam hal pemandangan, tapi wisata taman di bandung ini bisa kamu kunjungi buat kamu yang memang cari wisata bandung yang instagramable.

Buat kamu yang sudah berkeluarga, ajak juga si anak untuk ke wisata ramah anak di bandung ini.

5. Geopark Stone Garden, Bandung Barat


Wisata alam murah ini berada di padalarang, bandung barat. Meskipun jaraknya agak jauh dari pusat kota bandung, namun untuk kamu yang mencari wisata epic bisa coba berfoto di geopark stone garden ini.

Meskipun hanya ada beberapa batu kapur yang “hidup” di tanah, namun akan sangat menarik untuk berfoto di sana.

Saturday, 4 February 2017

5 Destinasi Favorit di Karangasem, Bali Timur!

Destinasi apa aja yang bisa bikin kita betah keliling Karangasem? Ini dia daftarnya.
1. Pantai Jemeluk, Amed

Pantai di sepanjang Amed terkenal sebagai destinasi untuk pencinta aktivitas bawah air, seperti snorkeling atau diving. Di sepanjang pantai di Amed tersedia banyak operator yang bisa memenuhi kebutuhan kamu. Tinggal pilih aja, deh. Nah, Jalan2Men mencoba operator di Pantai Jemeluk karena lokasi pantainya berdekatan dengan situs pura yang ditaruh di dasar air yang katanya bisa menjadi tempat kita menaruh keinginan. Masa, sih?
2. Tirta Gangga

Ini adalah taman air yang merupakan peninggalan Kerajaan Karangasem yang dibangun pada tahun 1946 sebagai tempat pemandian. Air di sini berasal dari sumbar mata air yang berada di bawah pohon beringin besar yang tumbuh di sisi kiri atas taman. Selain taman air dengan patung-patung yang menyimbolkan dewa-dewi Bali dan kolam ikan, di sini juga terdapat kolam pemandian yang bisa dimasuki oleh pengunjung umum. Tempatnya dijamin asyik untuk bersantai dan berfoto-foto.
3. Bukit Asah

Nama Bukit Asah mungkin enggak asing lagi wara-wiri di Instagram. Apalagi dengan foto sebatang pohon yang menghadap ke lautan luas. Betul sekali, Bukit Asah yang berarti bukit datar ini merupakan tempat menikmati pemandangan dan juga tempat kamping yang asyik. Kamu cukup membayar izin kamping seharga sepuluh ribu rupiah per malam, tersedia juga penyewaan tenda kalau kamu enggak bawa. Piknik bareng teman-teman di Bukit Asah bakal jadi pengalaman menyenangkan.
4. Pantai Bias Putih

Kalau udah puas mengeksplor Bukit Asah, kamu tinggal naik mobil sedikit dan bakal ketemu pantai pasir putih yang damai banget. Bias Putih namanya, yang juga sering disebut-sebut sebagai Virgin Beach. Mungkin karena lokasinya yang tersembunyi, makanya disebut pantai perawan. Yang pasti, suasana di sini tenang banget dan pasirnya halus banget. Cocok banget buat yang pengin suasana tenang di pinggir pantai. Kalau bosan, bisa juga sewa perahu untuk menyeberang ke Gili Paus dan snorkeling di sana.
5. Desa Tenganan Pengringsingan

Ini adalah salah satu dari tiga desa Bali Aga (beserta Desa Trunyan dan Sembiran), yaitu desa yang masih mempertahankan adat dan kehidupan tradisional yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. Hal ini terlihat dari tidak diubahnya pengaturan letak bangunan rumah, pura, dan bale dari zaman dahulu hingga kini. Selain terkenal dengan adat dan budayanya, kalau mampir ke sini jangan lupa menyaksikan keunikan pembuatan tenun ikat geringsing dan ukiran kayu serta lukisan lontar yang memakai arang.

Wednesday, 2 September 2015

Kamu Bisa Jadi Ahli Sejarah Kalau Mampir ke 7 Destinasi di Palembang ini


Kalau kamu bosan traveling ke tempat-tempat yang itu saja, Pulau Pahawang lagi, Pulau Seribu lagi, mungkin kamu bisa menyeberang ke Sumatera dan main ke Palembang. Ada banyak destinasi yang kamu datangi, dan sebagian besar merupakan destinasi bersejarah yang penuh dengan unsur budaya. Dijamin, sepulang dari Palembang, kamu bakal jadi jago banget dengan sejarah. Mungkin juga kamu bakal meneruskan karier jadi ahli sejarah.

Jadi, berikut 7 destinasi menarik untuk kamu singgahi.

1. Museum Balaputra Dewa


Museum yang terletak di Jalan Srijaya I No.28 ini memiliki banyak koleksi yang menggambarkan sejarah panjang Sumatera Selatan. Mulai dari zaman prasejarah, kerajaan Sriwijaya, kesultanan Palembang, hingga kolonialisme Belanda. Ada tiga ruang pamer utama di sini, tapi di selasar museum saja pengunjung sudah bisa menyaksikan berbagai replika arca dari zaman megalitikum di Sumatera Selatan.

Selain itu, yang paling terkenal di sini adalah keberadaan Rumah Limas, rumah tradisional Sumatera Selatan, yang tertera pada uang sepuluh ribu rupiah.


2. Kampung Al-Munawar


Kampung Al-Munawar adalah kampung Arab yang terletak di wilayah 13 Ulu. Di sini kamu bisa menemukan sejarah bangsa Arab di Palembang, juga makanan tradisional Palembang yang sudah terpengaruh oleh makanan Arab. Kamu juga bisa menyaksikan Tari Zapin yang diiringi musik gambus.

Saat ini Kampung Al-Munawar dikembangkan sebagai objek wisata religi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan dan menjadi salah satu destinasi utama Palembang.

3. Pulau Kemaro



Pulau Kemaro sangat terkenal di Palembang, berada di tepi Sungai Musi tak jauh dari pusat kota. Kamu cukup naik perahu sekitar 20 menit menuju pulau ini. Yang terkenal dari Pulau Kemaro adalah kisah cinta yang melatarinya, yaitu antara seorang putri raja dan saudagar Tiongkok.

Selain sebagai destinasi bersejarah, Pulau Kemaro kini menjadi destinasi religi karena di sini terdapat wihara (toa pekong) dan pagoda yang merupakan tempat ibadah umat Buddha, Konghucu, dan Taoism

4. Bukit Siguntang


Bukit Siguntang adalah titik tertinggi di Palembang. Dengan luas sekitar 12 hektar, bukit ini menjadi taman ziarah serta napak tilas bersejarah untuk mengetahui sejarah bangsa Melayu.

Di bukit ini terdapat 7 makam leluhur bangsa Melayu, yaitu Raja Sigentar Alam, Pangeran Raja Batu Api, Putri Kembang Dadar, Putri Rambut Selako, Panglima Tuan Junjungan, Panglima Bagus Kuning, dan Panglima Bagus Karang. Suasana di bukit ini sangat nyaman karena sejuk dengan banyaknya pohon, cocok untuk bersantai sekaligus mengetahui perjalanan bangsa Melayu.

5. Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera)


Monpera terletak di Jalan Merdeka, pusatnya Kota Palembang. Monumen ini berbentuk segilima karena melambangkan Pancasila. Di monumen ini terdapat sebuah museum yang mencatat sejarah perjuangan rakyat Sumatera melawan kolonialisme Belanda. Monumen ini terdiri dari delapan lantai, dan di puncaknya kamu bisa melihat pemandangan Palembang dari 360 derajat.

6. Al-Quran Al-Akbar


Sesuai namanya, ini adalah Alquran Raksasa yang diukir pada lembaran kayu berukuran sekitar 2 meter persegi, sebuah karya seni yang terkenal hingga seluruh dunia. Lembaran kayunya juga dihiasi ornamen bunga khas Palembang. Seluruh lembaran kayu tersebut ditata pada bangunan setinggi lima lantai.

7. Masjid Cheng Ho


Bernama lengkap Masjid Muhammad Cheng Ho, masjid dengan arsitektur Tiongkok ini terletak di sebuah perumahan yang tak jauh dari Jakabaring Sport City. Masjid ini diresmikan pada tahun 2006 dan dibangun dengan dana sukarela oleh pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumatera Selatan dan tokoh masyarakat tionghoa.
Nuansa merah membuat masjid ini cukup mencolok dan menarik perhatian. Beda daripada masjid pada umumnya. Kalau kamu ingin mengetahui akulturasi budaya Tionghoa, kamu mesti mampir ke masjid ini.

Sunday, 16 August 2015

Menjelajahi Bukittinggi: Destinasi Sejarah dan Budaya


Bukittinggi dikenal sebagai kota terbesar kedua di Provinsi Sumatera Barat. Bahkan, pada masa perjuangan Indonesia kota ini pernah menjadi ibu kota negara Republik Indonesia. Karena itu, jejak-jejak masa perjuangan melawan penjajah, baik Belanda maupun Jepang, terasa kental di kota yang berada di antara Gunung Singgalang dan Gunung Marapi ini.

Dahulu, pada masa Belanda menduduki wilayah ini, Bukittinggi disebut Fort de Kock. Berasal dari nama seorang Wakil Gubernur Jendral Hindia Belanda ketika itu, yaitu Hendrik Merkus de Kock. Di puncak Kota Bukittinggi memang dibangun sebuah benteng dengan nama Fort de Kock.

Selain itu, Bukittinggi adalah kota kelahiran para tokoh perjuangan bangsa dan pendiri negara Indonesia, seperti Muhammad Hatta. Tahu tidak, hari ini atau 12 Agustus merupakah hari kelahiran Bung Hatta.

Jadi, kalau kamu-kamu berkesempatan untuk mengunjungi Bukittinggi, salah satu hal yang dapat kamu lakukan adalah menjelajahi destinasi budaya dan sejarah yang ada di sana.

Berikut 3 destinasi yang bisa kamu datangi.

1. Rumah Kelahiran Bung Hatta


Rumah yang kini berfungsi sebagai museum ini berada di Jalan Soekarno Hatta No.37. Campago Ipuh, Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi. Dilihat dari luar, rumah ini terlihat sederhana. Tapi, begitu menginjak ke dalam, ternyata cukup luas hingga belakang dan suasananya sangat menenangkan.

Di rumah ini masih terdapat banyak koleksi pribadi keluarga Bung Hatta, seperti perabotan ruang tamu dan kamar. Rumah yang terdiri dari 2 lantai ini memiliki beberapa kamar, yang unik adalah adanya kamar untukmamak atau paman dalam bahasa Minangkabau. Mamak memang memegang peranan penting dalam tradisi Minang, yaitu sebagai wali yang mendidik keponakan bagai anak kandung.


Bung Hatta dilahirkan di kamar lantai 2 di rumah ini, sementara kamarnya berada di bagian belakang rumah yang terpisah dengan bagian utama rumah. Sesuai tradisi, anak laki-laki Minang memang diharapkan tidur di surau sehingga kamar Bung Hatta tak sering ditempati. Di kamarnya yang sederhana, terdapat juga sepeda ontel yang dulu pernah dikendarainya.

2. Jam Gadang


Jam Gadang dalam bahasa Minangkabau berarti jam besar. Menara jam ini berada di pusat Bukittinggi, tepatnya pada titik nol Kota Bukittinggi. Pembuatan Jam Gadang kaya akan sejarah. Konon biaya pembuatannya mencapai 3.000 gulden, cukup besar pada eranya.

Jam Gadang selesai dibangun pada tahun 1926 dan merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, sekretaris atau controleur Kota Bukittinggi pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Sementara itu, arsitekturnya dirancang oleh Yazid Rajo Mangkuto.

Jam Gadang kini menjadi objek wisata banyak orang, bahkan menjadi simbol Kota Bukittinggi. Dari taman di sekitar menara ini, banyak tersedia tempat duduk dan memiliki panorama yang sangat indah.

3. Benteng Fort de Kock


Benteng Fort de Kock adalah benteng peninggalan Belanda yang berada tak jauh dari Jam Gadang, tepatnya sekitar 1 km dari Jalan Tuanku nan Renceh. Benteng ini diberi nama sesuai Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda ketika itu, yaitu Hendrik Merkus de Kock.

Benteng ini dahulu berfunsi sebagai kubu pertahanan dari serangan rakyat Minangkabau, terutama semenjak terjadinya Perang Paderi pada tahun 1821-1837. Ke Bukittinggi kurang lengkap rasanya tanpa singgah di Benteng Fort de Kock.

4. Lubang Jepang


Lubang Jepang berada tak jauh dari Jam Gadang, sekitar 15 menit dengan berjalan kaki. Kalian juga mampir ke sini setelah mengunjungi Ngarai Sianok yang termahsyur.

Lubang Jepang merupakan terowongan pertahanan yang dibangun oleh Jepang sekitar tahun 1942, untuk menahan serangan. Di terowongan ini juga dibuat ruang pengintaian, ruang penyergapan, penjara, dan gudang senjata. Ada banyak lorong di terowongan ini, bahkan salah satunya tembus menghadap ke Ngarai Sianok.

Awal ditemukan, sekitar tahun 1950, pintu Lubang Jepang hanya selebar 20 cm. Tapi kini, semenjak dikelolah menjadi objek wisata, terowongan telah diperlebar. Bahkan, dinding lubang sudah dilapisi semen untuk mencegah tanah yang terus berguguran. Di beberapa ruang, bahkan terlihat akan dijadikan galeri museum. Lampu juga sudah menerangi di berbagai sudut terowongan.


Kalau kamu berkunjung ke Lubang Jepang, jangan lupa menyewa pemandu untuk mengetahui lebih rinci mengenai sejarahnya.

Wednesday, 23 May 2012

Benteng Tolukko, Benteng Cantik di Pulau Ternate


Setelah puas mengelilingi Benteng Kalamata di wilayah selatan Ternate, saya menuju benteng lain di wilayah utara yang dibangun pula oleh Portugis. Benteng Tolukko namanya.

Dilihat dari depan, benteng ini terlihat megah karena berada di dataran tinggi. Tamannya juga terlihat terawat dan rapi, walaupun tak luas-luas amat. Benteng ini menurut saya terlihat sangat cantik. Benteng Tolukko dibangun pada tahun yang sama seperti Benteng Kalamata, dengan tujuan serupa pula, yaitu mempertahankan dominasi terhadap rempah-rempah.

Dilihat dari atas, ada yang menyebut benteng ini berbentuk seperti buah zakar, walaupun saya beranggapan bentuknya lebih mirip meriam. Benteng Tolukko juga sempat berganti nama menjadi Benteng Hollandia, mungkin karena pernah direbut oleh Belanda pada tahun 1610.

Dilihat dari luasnya, Benteng Tolukko lebih kecil daripada Benteng Kalamata, dan hanya memiliki tiga bastion (kubu pertahanan). Dari depan kita akan memasuki lorong sempit menuju tangga ke atas, ruangan utama benteng yang berbentuk persegi. Di sebelah kanan terdapat tangga terbuka menuju ruang bawah tanah, yang berfungsi sebagai tempat amunisi. Jalan menuju ruang bawah tanah ini cukup berbahaya saat gelap karena tidak ada penanda, kita mungkin saja bisa terjatuh tanpa sadar.
Uniknya benteng ini terbuat dari campuran batu kali dan batu karang yang diambil dari sekitar. Jika kita berdiri di tamannya dan memperhatikan sekeliling, akan terlihat betapa benteng ini berdiri di atas tebing bebatuan dari masa lampau. Ketika Gunung Gamalama menyemburkan lavanya dengan perkasa.

Karena turut menjadi lokasi pengamatan Gerhana Matahari Total beberapa waktu lalu, di halaman parkir Benteng Tolukko dijual suvenir berupa rempah-rempah khas Ternate, yaitu pala, cengkih, dan kayu manis. Ada juga dijual kaus-kaus bertuliskan Ternate.

Saturday, 26 February 2011

Pantai Pasir Putih di Kei Kecil yang Serasa Pantai Pribadi



Mungkin belum banyak dari kamu yang tahu tentang Pulau Kei Kecil atau pergi ke sana. Tapi, kalau memang berencana beli tiket ke Ambon, lebih baik sekalian beli tiket ke Kei Kecil di Kepulauan Kei. Perjalanan dari Ambon sekitar satu jam tiga puluh menit dengan pesawat kecil tipe ATR.

Begitu sampai di bandara, jangan terkejut kalau melihat pemandangan seperti di Texas. Perbukitan cokelat dan pohon yang jarang justru terlihat keren banget. Apalagi dengan jalan lurus yang bikin kita seakan-akan lagi road trip ke Grand Canyon di US.

Nah, kalau menyusuri jalan sampai ujung, kita akan tiba di wilayah Desa Ngilngof. Desa ini punya pantai yang menjadi salah satu pantai dengan pasir putih terhalus di dunia. Pantai apa, ya?

Berikut ini 4 pantai pasir putih di Pulau Kei Kecil yang dijamin membuat kita merasa berada di pantai pribadi, seolah-olah pantai ini milik sendiri dan kita bebas bersantai-santai sambil membaca atau mendengarkan musik favorit.

1. Pantai Ngurbloat

Ini dia pantai yang berada di Desa Ngilngof: Pantai Ngurbloat. Yang lebih dikenal juga dengan sebutan Pasir Panjang. Kata ngur berarti ‘pasir’, sedangkan bloat ‘panjang’. Sesuai namanya, pantai pasir putih ini panjang banget, seperti tak berujung. Di sepanjang pantainya juga berjajar pohon kelapa. Selain pemandangan pasir putih dan laut birunya, pantai ini juga menjadi tempat favorit untuk menikmati sunset. Di sekitar pantai ini ada penginapan untuk pejalan, biasanya tarifnya termasuk makan tiga kali sehari. Masih pikir-pikir mau ke sini?

2. Pantai Ngursarnadan

Pantai Ngursarnadan masih satu garis dengan Ngurbloat, dan jadi lokasi favorit turis asing untuk menginap karena adanya beberapa cottage. Pantai ini terletak di Desai Ohoililir, Kecamatan Kei Kecil. Jaraknya dari bandara sekitar 18 km saja. Serupa dengan Ngurbloat, pasir putih di sini juga sehalus bedak. Sampai-sampai rasanya mau ditempelkan ke wajah. Di sini kita bisa bersantai sambil tidur-tiduran di pasir atau duduk-duduk di pondok bambu yang tersedia. Jangan lupa bawa losion tabir surya karena teriknya dahsyat banget!

3. Pantai Madwaer

Pantai Madwaer atau Matwair paling jauh di antara yang lain. Lokasinya di Kecamatan Kei Kecil Barat. Sekitar satu jam lebih dari Ngurbloat. Jalan menuju pantai ini juga tidak terlalu bagus, berbatu dan aspalnya rusak. Tapi, bukan berarti pantai ini tak wajib disambangi. Justru Pantai Madwaer adalah yang paling tenang dan damai di antara dua pantai sebelumnya. Karena terletak di ujung desa, hampir tak ada kerumunan pejalan. Hanya warga lokal dan anak kecil yang berenang-renang. Kalau berjalan sedikit ke ujung, dijamin kita bisa merasa seperti di pantai pribadi. Sepi dan damai. Biasanya kita juga bisa pesan lobster ke nelayan setempat, siapa tahu mereka baru pulang melaut dan punya stok. Makan lobster di pantai pribadi? Wah!

4. Pantai Ohoidertawun

Pantai Ohoidertawun berada tak jauh dari Bukit Masbait, bukit tertinggi di Kei Kecil yang menjadi tempat ziarah pemeluk agama Katolik. Selain berpasir putih, Pantai Ohoidertawun terkenal memiliki kontur yang landai. Saat surut, air bisa menjorok hingga 200 meter sehingga pesisir pantai jadi sangat luas. Cocok untuk lapangan bola. Tapi, kalau ada pemandangan keren begitu, enaknya, ya, menikmati suasana sambil minum kelapa langsung dari buahnya. Di sekitar pantai ini juga ada cottage yang bisa disewa.

 
Copyright © 2017 Seribu Nusa. Designed by OddThemes | Distributed By Blogger Templates20